Alhamdulillah, tepat pada hari Jumat, 27 Maret 2018, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengumumkan hasil seleksi tahap 2 Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2018. Event tahunan yang akan digelar di 4 (empat) regional di Indonesia ini akan menjadi ajang pembuktian kreatifitas Mahasiswa dalam bidang robotika. Seluruh kampus yang bernaung dibawah Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mempunyai kesempatan yang sama dalam berpartisipasi pada ajang bergengsi ini. Tidak terkecuali dengan STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati yang sebelumnya sempat vakum selama 1 (satu) tahun tidak mengikuti kontes ini.

 

Pada tahun 2018 ini kampus BIRU (sebutan akrab kampus STMIK PPKIA) kembali berpartisipasi dalam meramaikan kontes tahunan bidang robotika ini. Alhamdulillah, setelah melewati tahapan seleksi Administrasi ( Seleksi Tahap I ) yang digelar sebelumnya, STMIK PPKIA berhasil melaju ke seleksi tahap II yang terakhir dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2018. Pengumuman hasil seleksi tahap II baru saja keluar melalui surat resmi dari belmawa kemenristekdikti tertanggal 27 Maret 2018. STMIK PPKIA mengajukan 3 (tiga) tim dalam kontes tahun ini yakni :

 

  1. Tim BlueEvo7 untuk Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI)
    Al Malik Taha (Ketua Tim), Ahmad Ali Rahmdani (Anggota), Bahzamin (Anggota), M. Yusuf Simiredo (Anggota)
  2. Tim BlueHuman8 untuk Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI)
    Faksi Jaladara (Ketua Tim), Pujo Sulis Wibawa (Anggota), Kadafi (Anggota), Lutfi iswahyudi (Anggota)
  3. Tim BlueDance6 untuk Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSI)
    Muhammad Dzulfiyah Ibrahim (Ketua Tim), Bima Widaswara Pratama (Anggota), Hermawan (Anggota)

 

Semua anggota tim yang terlibat dalam kontes robot ini adalah murni Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang khusus belajar tentang robotika. Untuk sementara, kontes ini hanya diperuntukkan untuk prodi TI saja, karena butuh pemahaman dan dasar yang tentang bidang elektronika, mikrokontroller dan robotika itu sendiri. Kesemuanya itu dipelajari di Program Studi Teknik Informatika.

 

Ketiga tim tersebut berhasil lolos pada seleksi tahap II ini dan dipastikan akan berlaga pada kontes robot indonesia yang akan digelar di Regional 4. Kebetulan, STMIK PPKIA masuk dalam regional 4 ini. Sekedar informasi bahwa seleksi tahap II ini merupakan seleksi yang cukup rumit, karena seluruh peserta wajib menunjukkan progress pembuatan robot sebagai syarat untuk mengikuti KRI 2018. Bagi tim yang tidak menunjukkan hasil progress maksimal robot yang dimiliki otomatis akan gugur dalam seleksi tahap II ini. Jadi bisa dibilang, tidak mudah untuk dapat lolos pada setiap tahapan seleksi pada kontes robot bergengsi ini.

 

Berikut potongan lampiran surat hasil seleksi tahap II KRI 2018 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kemenristekdikti.

 

Tahapan selanjutnya setelah tahap seleksi II adalah Kontes Regional. Untuk regional 4 sendiri akan di gelar di Politeknik Negeri Malang. Tentu berbagai persiapan telah dimatangkan oleh seluruh yang akan berlaga pada awal bulan mei mendatang. Tepatnya tanggal 3 – 5 Mei 2018. “Kami siap bertempur di KRI 2018. Polinema, tunggu kedatangan kami”, Ucap ketua tim KRAI kampus Biru Al Malik Taha yang ditemui disela-sela pembuatan robotnya.

 

Pada waktu yang terpisah, ketua tim robot STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, juga menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga atas lolosnya semua tim yang diajukan pada KRI 2018 ini. “Alhamdulillah, wasyukrulillah. Terima kasih kepada seluruh pembimbing atas bimbingannya”, Ucap Bpk. Endyk Noviyantono selaku ketua sekolah tinggi sekaligus ketua tim robot STMIK PPKIA.

 

Hasil seleksi tahap 2 KRI 2018 dapat diunduh pada link berikut ini :

 

http://belmawa.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2018/03/KRI-2018-Evaluasi-Tahap-2-Publish-Belmawa.pdf

Selamat bertanding para jagoan robot STMIK PPKIA. Kembali ukir prestasi di ajang bergengsi Kontes Robot Indonesia 2018.