Program Studi Teknik Informatika (TI) mempunyai kompetensi khusus di bidang sistem autonomous yang salah satunya adalah bidang robotika. Mulai semester 2 (dua) Mahasiswa sudah mulai dikenalkan dengan dunia robotika. Ini merupakan salah satu matakuliah unggulan yang dimiliki oleh STMIK PPKIA khususnya di Prodi TI yang mengajarkan dan memperkenalkan dunia robotika kepada Mahasiswanya. Bidang robotika menurut sebagian orang merupakan matakuliah yang dianggap seram dan terkesan susah. Hal itu dikarenakan belum merasakan langsung sensasi dari pembelajaran robotika ini. “Setelah kami mendapatkan matakuliah robotika ini ternyata sangat menyenangkan. Kami belajar sambil bermain. Kami tidak salah memilih jurusan ini”, Ucap Mahasiswa TI yang telah mengambil matakuliah Pengantar Robotika.

Beberapa waktu yang lalu Bagian Kemahasiswaan STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati melakukan sosialisasi tentang Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA). Hal ini dilakukan dalam rangka  pelaksanaan pemeringkatan Perguruan Tinggi (PT) bidang kemahasiswaan tahun 2018. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) akan melakukan perangkingan PT berdasarkan aktifitas yang dilakukan oleh mahasiswa dan PT yang bersangkutan yang berhubungan dengan bidang kemahasiswaan. Dari sini nantinya belmawa akan melihat perguruan tinggi yang aktif melaksanakan kegiatan dengan berbagai aktifitas baik lomba, penelitian atau hal lainnya yang berhubungan dengan bagian kemahasiswaan yang termaktub dalam 25 poin aktifitas yang dinilai oleh belmawa.

STMIK PPKIA. Dosen merupakan tenaga pendidik yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 3 pokok pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh seorang Dosen yaitu, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Ketiga hal tersebut disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 3 hal tersebut wajib dilakukan oleh seorang Dosen. Apabila salah satu tidak dilaksanakan, maka belum bisa dikatakan Dosen. Hanya bisa disebut guru. “Kalau hanya mengajar, tidak meneliti dan tidak mengabdi kepada masyarakat maka itu Guru”, begitu kata para pakar pendidikan. Mengapa hal itu penting untuk dilakukan? Selain sebagai kewajiban Dosen, hal tersebut juga akan dijadikan acuan untuk mendapatkan Jabatan fungsional.